Tuesday, March 02, 2010

Grady Booch tentang OOP

Pemrograman berorientasi objek merupakan gaya bahasa pemrograman yang secara de facto sekarang banyak digunakan di dunia pengembangan perangkat lunak. Sekarang bukan jamannya lagi pemrograman berbasis objek atau bahkan pemrograman terstruktur. Sejak awal 90an pemrograman berorientasi objek banyak digunakan dengan berbagai pilihan bahasa pemrograman. Berbicara mengenai pemrograman berorientasi objek, saya teringat akan salah satu karya Grady Booch tentang OOAD. Di buku itu Booch menuliskan kalimat yang sungguh filosofis tentang bahasa OOP yang digunakan dengan cara yang salah.  

... if we try to use languages such as C++ and Java as if they were only traditional, algorithmically oriented languages, we not only miss the power available to us, but we usually end up worse off than if we had used an older language such as C or Pascal. Give a power drill to a carpenter who knows nothing about electricity, and he would use it as a hammer. He will end up bending quite a few nails and smashing several fingers, for a power drill makes a lousy hammer. [Object-Oriented Analysis and Design with Application, 2007]

Monday, February 22, 2010

Publikasi sebagai bentuk ekpresi diri

"Semakin banyak orang narsis di dunia ini." Begitukah? Pernyataan singkat itu mungkin bisa membuat orang tersenyum mendengarnya atau justru marah. Entah apa arti senyum itu, mungkin membenarkan dalam hati. Marah mungkin jika merasa tersindir karena dianggap narsis.

Kalau kita cermati, semakin banyak layanan terhubung (online) yang tergolong dalam jejaring sosial (social network). Sebutlah Frindster, Hi5, Facebook, Twitter, dan lain-lain yang memang ditujukan untuk membangun jejaring sosial. Beberapa waktu lalu Google memberikan layanan baru yaitu Google Buzz yang memungkinkan untuk saling berbagi konten bahkan dengan cara mengintegrasikan berbagai situs yang Anda gunakan seperti Twitter, Picasa, Flickr, dan Google Pustaka.

Gadget oh gadget

Kehidupan modern sudah jauh berbeda dengan sebelumnya. Saya ingat di tahun tujuh puluhan ketika masih kecil, orang masih sangat jarang yang memiliki sekedar televisi. Di lingkungan tempat saya tinggal, hanya beberapa orang yang memilikinya. Bukan hal yang aneh jika menumpang nonton di tempat tetangga. Itu pun hanya sekedar televisi hitam putih. Jangan heran karena memang masa itu televisi berwarna bahkan mungkin belum masuk di Indonesia. Baru beberapa tahun kemudian orang-orang mulai memiliki televisi berwarna.

Sambungan telepon juga masih merupakan sesuatu yang mahal. Hanya orang-orang yang tergolong cukup berada yang memilikinya. Pada saat itu bahkan saya hanya bisa melihat pesawat telepon di rumah salah satu kerabat yang merupakan pejabat di kepolisian. Telepon seolah bukan kebutuhan sama sekali.

Saturday, February 20, 2010

Browsing dibayar???

Rekan-rekan yang berbahagia, beberapa waktu yang lalu saya menemukan program yang menurut saya baru dan layak untuk diikuti. Program ini bekerja sama dengan Yahoo, search engine terbesar kedua setelah Google. Tentunya Anda tak asing lagi dengan Yahoo bukan?

Bagi yang ingin bergabung silahkan langsung bertindak dan yang terpenting program ini benar-benar GRATIS. Program ini bekerja sama dengan YAHOO jadi pasti membayar Anda. Jika anda fokus saya yakin Anda pasti berhasil, bahkan saya jamin 5 menit pertama Anda gabung dengan program ini Anda sudah dapat dollar. DIJAMIN.

Tuesday, December 22, 2009

Ingat Ibu

Kau menangis saat aku jatuh sakit
Kau bersedih saat aku gagal
Kau memberiku bekal hidup
Kau membujukku ketika hilang semangat

Begitu mulia dirimu
Sungguh tulus kasihmu
Betapa berartinya dirimu
Sebagai pengarah jalanku

Tangis tertahan kala mengenang
Begitu banyak perngorbananmu
Belum sempat aku membalas
Akankah bisa terbalas?

Catatan:
Untuk Mami yang selalu menyayangiku. Selamat Hari Ibu.

Thursday, October 01, 2009

Linux Datang, Data pun Selamat

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Di antara teman-teman di kampus, saya termasuk orang yang dikenal suka mengutak-atik Linux kecil-kecilan. Bukan pakar tapi sekedar hobi untuk menyalurkan kesenangan. Kadang-kadang sebagian teman-teman juga terpengaruh untuk ikutan mencoba Linux. Dulu, sekitar akhir tahun 2002, saya lagi getol-getolnya mencoba Linux, beberapa teman juga ikut menginstal Linux pada komputernya secara dual boot. Meski sekarang tinggal satu teman yang masih doyan menggunakan Linux, minimal ada bekasnya.

Wednesday, September 16, 2009

Tak ada Windows, Linux pun Jadi

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Saya jadi ingat kejadian akhir tahun lalu. Anak-anak saya yang masih SD dan TK cukup doyan main game dari komputer. Yang SD sudah lebih paham tentang komputer sehingga sudah terbiasa menyalakan dan mematikan komputer dengan benar. Waktu saya beli notebook baru, hampir tiga tahun lalu, notebook lama saya hibahkan ke anak-anak. Si bungsu yang masih belum TK waktu itu sering ikut-ikutan main di notebook tapi masih tidak tertib dalam hal mematikan komputer. Walhasil harddisk-nya rusak fisik.

Saturday, September 12, 2009

Pantaskah Aku?

Kuberdiri di atas sejadahku
Kuangkat kedua tanganku
Kebesaran-Mu kusebut dengan lisanku
Pantaskah aku?

Kududuk di atas sejadahku
Lidahku mensucikan nama-Mu
Berulang kali terlafaz lirih
Pantaskah aku?

Aku hanya mampu lakukan yang bersahaja
Tapi hamba-Mu yang lain datang dengan segala kebesaran amal
Aku malu di hadapan-Mu ya Rabb
Aku merasa tak pantas

Adakah tempat yang layak bagiku
Tuk bersimpuh di hadapan-Mu
Pantaskah amal kecilku Kau terima
Malunya aku...

Beri aku setitik cahaya suci-Mu
Agar terang seluruh isi hidupku
Beri aku setetes hidayah-Mu
Agar aku selalu di jalan-Mu

Sunday, August 09, 2009

Too hard too sleep

Kepedulian kadang membawa kita pada kondisi dilematis. Kita kadang tidak bisa membiarkan sesuatu yang tidak semestinya terjadi. Jika ada sesuatu yang menurut kita tidak layak maka setidaknya kita protes dalam hati. Di satu sisi kita tidak bisa membiarkan itu terus berlangsung. Di lain sisi, untuk membuatnya berjalan sesuai dengan yang semestinya kadang tak mudah, menuntut suatu konsekwensi yang kadang menyakitkan.

Saturday, July 04, 2009

Rajah Alam
Dedaun tersusun rapi di atas Lematang
Riaknya melompati batuan cadas
Butiran halimun terobosi pori-pori
Aroma kawe menggaruk rongga hidung
Liku setapak seksi merajah bukit
Lidah gagal menggambarkannya
Pena salah menuliskannya
Kuas tak mampu melukisnya
Hanya tatapan terkesima
Cuma berdirinya bulu roma
Bukit Telunjuk seolah tunjukkan arah
Di mana singgahsana yang memilikinya
Aku hanya menumpang singgah
Semua milikNya dan ciptaanNya

Saturday, June 20, 2009

Seminar Public Speaking

Tadi pagi sekitar jam 9, kami mengikuti seminar Public Speaking di Selebrity. Mulanya antusias ingin tahu kiat-kiat menjadi public speaker yang baik tapi kok jadi mengantuk di tengah-tengah acara. Charles Bonar Sirait, sang pembicara, membawakannya lumayan baik namun terasa ada bias ketika di bagian akhir Beliau memadukan public speaking dengan empat kepribadian. Beliau kurang berhasil menarik benang merah antara kedua hal tersebut.

Seminar tadi terasa kurang ditangani secara profesional. Ada beberapa masalah teknis yang cukup mengganggu seperti operator slideshow-nya yang tersendat-sendat dan terkesan kurang teknis serta operator lampu yang tidak hafal tombol dan posisi lampu-lampu. Jalannya seminar menjadi kurang mulus. Kurang terasa kesan yang tertinggal kecuali jadi ingat dengan buku "Personality Plus".

Saturday, May 02, 2009

Linux dan Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional ini saya sambut dengan keprihatinan. Masih banyak yang kita perlu benahi dari dunia pendidikan di Indonesia. Pendidikan di sini masih belum maju layaknya di negara-negara yang maju.

Selaku pendidik di bidang Teknologi Informasi, saya juga prihatin. Meski banyak pengguna produk TI di Indonesia tapi di sini belum bisa menjadikan TI sebagai industri. Memang sudah banyak sekolah yang menggunakan dan mengajarkan TIK bahkan dari jenjang pendidikan dini seperti Taman Kanak-kanak. Anak kecil sudah tidak asing lagi menggunakan komputer. Namun ironisnya, mahasiswa yang kuliah di bidang TI justru banyak saya temui tidak terlalu peduli mengembangkan TI. Mereka lebih suka menggunakan TI untuk kesenangan yang tidak berbau akademis. Sebagian besar mereka menggunakan TI untuk memainkan permainan online maupun aktif dalam situs-situs jejaring sosial semata. Tidak salah memang, namun mestinya mereka juga peduli dengan pengembangan keilmuan yang mereka pelajari.

Sebuah Kritik terhadap Pendidikan Nasional

Hari ini, 2 Mei 2009, merupakan hari pendidikan nasional yang setiap tahun dirayakan khususnya oleh kalangan pendidikan. Saya yakin semua sudah pada tahu bahwa ditetapkannya tanggal 2 Mei ini disesuaikan dengan tanggal lahirnya salah satu tokoh besar dalam pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara.

Dewasa ini kita melanjutkan perjuangan beliau dalam pendidikan. Begitu banyak pahlawan pendidikan mulai dari guru TK, SD, SMP, SMA, termasuk guru sekolah luar biasa, sampai para dosen di berbagai strata. Tidak kalah pentingnya adalah tenaga non kependidikan yang memberikan dukungan yang sangat berarti dalam proses belajar mengajar.

Thursday, March 05, 2009

Keindahan Bulan


Bulan...
Begitu cantik hiasi malam
Terangi dalam keteduhan
Hiasi gelap dengan terang

Bulan...
Meski terang tapi tak panasi malam
Sejukkan pandangan akan keindahan
Tenangkan hati dalam sunyi

Begitulah dirimu, buah hatiku
Cantik, tenang, dan teduh
Engkaulah kebanggaanku
Engkaulah cahaya malamku

Kuberi kau nama Saleena Fachirah
Bulan yang menjadi Kebanggaanku

Tuesday, March 03, 2009

Anugerah Baru

Hari ini, jam 11.23 wib, Allah mengijinkan anak ke-3 kami lahir. Seorang bayi cantik yang mungil dengan berat 2,7 kg dan panjang 47 cm. Begitu banyak sudah yaa Allah karuniaMu. Tak kuasa kami menghitungnya. Sungguh Engkau Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Meski perjuangan untuk proses kelahiran ini begitu berat karena istriku mengalami tekanan darah tinggi. Syukurlah, berkat do'a dari semua rekan dan kerabat, Allah memudahkan jalannya. Proses kelahiran berjalan tanpa operasi. Alhamdulillahi rabbil alamin. Sungguh anugerahMu tiada tara.

Sunday, August 10, 2008

Paradigma "Tapi bukan aku"

Saya paling senang membaca kisah orang-orang sukses. Semangat dari perjuangan mereka biasanya berpengaruh pada saya. Yang seringkali membuat saya kagum adalah kegigihan mereka untuk mencapai kesuksesan. Mereka tidak hancur dengan kegagalan. Kegagalan merupakan proses pembelajaran yang justru akan membuat mereka mencoba lagi dan bangkit kembali.

Kisah-kisah Thomas A Edison, Henry Ford, atau kolonel Sanders sang pendiri KFC sering dijadikan contoh-contoh kegigihan dalam mencapai kesuksesan. Saya bisa membayangkan bagaimana tabahnya kolonel Sanders mengalami lebih dari seribu kali penolakan ketika menawarkan resep ayam gorengnya ke restoran-restoran. Namun hal itu tidak membuat dia putus asa.

Thursday, August 07, 2008

Kerja Keras Tidaklah Cukup

Saya sering mendengar pendapat banyak orang bahwa untuk berhasil haruslah kerja keras. Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah buku yang penulisnya berpendapat bahwa kerja keras bukanlah cara yang tepat untuk berhasil. Lebih tepat untuk kerja cerdas.

Kerja cerdas dilakukan dengan cara selalu membekali diri dengan proses belajar. Kita harus selalu belajar terus menerus agar kita dapat mengerjakan pekerjaan kita dengan lebih mudah. Dengan belajar kita bisa mencari cara untuk mengerjakan pekerjaan kita dengan lebih efisien. Artinya dengan upaya yang sama kita bisa melakukan lebih banyak.

Wednesday, July 30, 2008

The Secret

Suatu hari, saya membaca saran dari penulis sebuah buku yang saya baca untuk membaca buku “The Secret” karya Rhonda Byrne. Saya yakin salah satu teman saya memilikinya dan saya SMS untuk datang ke rumah saya. Singkat cerita dia mampir ke rumah saya kemarin malam mengantarkan buku tersebut dan juga DVD filmnya.

Tadi pagi, sebelum kerja, saya menyempatkan membaca hampir setengah buku tersebut dan saya mengalami suatu ketakjuban dalam pikiran dan perasaan saya. Memang beberapa waktu terakhir ini saya sangat ingin mengalami “pendidikan” yang mengubah diri saya dari kepompong menjadi kupu-kupu seperti yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki dalam bukunya “Business School...” Akhirnya saya temukan pelajaran yang sebenarnya dalam dasar hati saya sudah mengetahui dan mengalaminya.

Friday, July 18, 2008

Kembalikan Ayahku

Pagi hari datang kembali
Matahari mulai menyinari
Saatnya ayahku pergi
Sampai nanti malam hari

Kuingin ayahku ada
Sepanjang hari bersama
Dibacakan buku cerita
Dipeluk dan dimanja

Saat kutanya ayahku
Mengapa harus kerja selalu
Ayah tersenyum dan menghiburku
Tuk belikan mainan baru

Kembalikanlah ayahku
Kuingin bersama selalu
Biar mainan tak jadi milikku
Asal ayah disisiku

(17 Juli 2008, 07.59)

Wednesday, January 16, 2008

Setitik Air

Saat aku ada dekat mereka
Mereka berebutan tuk bermanja
Bergantian mereka minta dipeluk
Berebutan mereka minta dibelai

Begitu berharganya aku bagi mereka
Aku dirindukan dan dielukan saat pulang
Hari liburku ditunggu agar mereka bisa bermanja
Indahnya saat bercanda

Saatku sendiri aku hampir menangis
Aku harus berbagi waktu tuk mereka
Lebih banyak waktuku mengajari anak orang
Meski kalian adalah anakku

Maafkan aku yang harus jalani ini
Aku begini karena kalian
Tuk penuhi kewajibanku
Mencari nafkah buat keluargaku