Wednesday, January 16, 2008

Setitik Air

Saat aku ada dekat mereka
Mereka berebutan tuk bermanja
Bergantian mereka minta dipeluk
Berebutan mereka minta dibelai

Begitu berharganya aku bagi mereka
Aku dirindukan dan dielukan saat pulang
Hari liburku ditunggu agar mereka bisa bermanja
Indahnya saat bercanda

Saatku sendiri aku hampir menangis
Aku harus berbagi waktu tuk mereka
Lebih banyak waktuku mengajari anak orang
Meski kalian adalah anakku

Maafkan aku yang harus jalani ini
Aku begini karena kalian
Tuk penuhi kewajibanku
Mencari nafkah buat keluargaku

Thursday, October 12, 2006

Pindahan

Sudah lama tidak menulis di blog ini. Ternyata blogger mengeluarkan versi baru. Iseng-iseng nyoba pindah ke versi baru meski masih beta. Mudah-mudahan blogger jadi lebih baik.

Wednesday, September 07, 2005

Antara Aku, Seni, dan Teknologi

Secara kebetulan kedua rasa ini muncul dalam diri saya. Terkadang menyenangkan memiliki kedua rasa ini dan membuat hidup lebih bermakna. Menghabiskan banyak waktu dengan aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan kedua rasa itu. Namun salah satu rasa bisa terasa lebih dominan dan muncul pada saat yang kurang tepat sehingga agak merepotkan juga. Misalnya ketika akan melakukan pekerjaan yang berkenaan dengan teknologi, tiba-tiba rasa seni yang muncul secara dominan dan mengalahkan suasana hati dan pikiran tentang rasa teknologi. Terkadang juga muncul keduanya dengan porsi yang seimbang dan bisa saling berimbang. Jika ini terjadi, biasanya bisa menghasilkan sesuatu yang lebih maksimal.

Tuesday, September 06, 2005

Away from My Son


Until now, it's the first time to be away from my son for such a long time. I have to finish my magister program in MTI UI (hopefully another one semester). He was with me and family in the first and second semester and should be away for his first year study in Palembang. I know he and I both sad with this situation but we don't have better choices.

I keep on thinking of him and can't help calling him on the phone. Boy, I really care about you and miss you every single day. I can't resist my self to wonder what you are doing and what happen to you.

Be a tough boy. I'm sure you can.

Wednesday, August 24, 2005

STMIK MDP Fun Outbound


Liburan kuliah saya (MTI UI) dimanfaatkan untuk pulang ke Palembang. Niatnya santai dan bertemu keluarga dan teman-teman di kampus tempat saya mengajar (STMIK MDP Palembang). Ternyata rencana santai tinggal rencana. Dua hari setelah sampai di Palembang ada panggilan dari BI karena masuk lima besar Lomba Karya Tulis Imovation dan mesti presentasi makalah di Jakarta. Setelah pulang, saya juga dilibatkan dalam kegiatan akademis di kampus. Awal Agustus lembaga mengirim saya kursus Cisco di Jakarta. Jenuh juga otak ini rasanya tapi senang juga dapat ilmu baru meskipun waktu santainya jadi berkurang banyak.

Di akhir liburan ke Palembang, STMIK MDP mengadakan Fun Outbound di Pagaralam Sumsel. Lumayan seru dan mengendorkan urat syaraf otak. Acara yang bagus dan perlu dipertimbangkan untuk dibuat lanjutannya. Rasanya jadi tambah dekat dengan teman-teman dekat.

Friday, July 08, 2005

Kangen

Setelah mengikuti acara Lomba Karya Tulis dalam Rangka Imovation di Bank Indonesia, hari ini saya pulang ke Palembang. Sudah kangen sekali dengan anak-anak dan istri, juga rekan-rekan di STMIK MDP.
Masih banyak yang akan dikerjakan. Semoga bisa berjalan dengan sukses. Pelajari, kerjakan dan berdo'a. Semoga Allah selalu dan senantiasa melindungi dan memberkahi.

Wednesday, July 06, 2005

Yang Hilang dan Berganti

Hampir dua bulan yang lalu ketika berada di Bandung Electronic Center, saya kecopetan PDA yang saya taruh di saku samping celana saya. Mungkin peristiwa itu terjadi saat berada di lift yang penuh sesak. Ada rasa 'kehilangan' yang cukup terasa karena PDA itu sudah terlanjur akrab dibawa ke sana-sini. Namun saat itu istri saya berkata bahwa mungkin itu sudah bukan rejeki kita lagi.

Saya ikhlas barang itu hilang karena memang semua titipan Allah. Sewaktu-waktu bisa saja diambil lagi. Namun saya sempat berkata bahwa pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih bagus. Ternyata benar, hari ini saya bahkan mendapatkan sebuah notebook Toshiba yang tentu saja lebih mahal dari PDA itu. Alhamdulillah. Tak henti-hentinya Allah memberikan nikmat pada saya meski saya masih kurang pandai bersyukur.

Saturday, July 02, 2005

Majalah LinuxFocus

Setelah cukup lama menunggu akhirnya hasil terjemahan di LinuxFocus tampil juga. Maklumlah, ketua timnya lagi sibuk sekali sekarang mempersiapkan perkawinannya.

Terjemahan dokumentasi LTSP yang baru selesai sebagian (kecil) juga sudah 'nongol' di situsnya. Ternyata masih banyak kesalahan ketik :( Dan yang jelas, masih banyak yang perlu diterjemahkan. Tapi setidaknya, usaha untuk berkontribusi sudah dimulai meski dalam bentuk yang sangat sederhana.

Wednesday, June 29, 2005

Putriku


Hidup ini jadi lebih bermakna
Saat kau hadir hiasi keluarga
Kau bak bunga yang indah
Yang harum wangi merekah

Semangatku ada padamu
Kau adalah hiburanku selalu
Jadilah kau putri shalehah
Yang menjadi kebanggaan ummah

Jalani hidup dengan istiqamah
Selalu yakin dan pantang menyerah
Tak kan ada rintangan mengganjal
Asalkan kau selalu tawakal

Fachrina Safira
Kaulah permata kebanggaanku

Tuesday, June 21, 2005

I am just another Linux user

1987: I found myself interested in a strange stuff called computer. My friend introduced that stuff to me. I was very impressed to see how it worked eventhough it was not that sofisticated like today's. Trying to play a bit, learned how DOS worked to see directory, copy, rename, delete a file. I found that my floppy got boot sector virus, but I didn't know what to do. I also learned about word processing, WordStar.

1991: I had to learn more about computer. There was programming subject in the Civil Enggineering department. Fortran was the language I should learn. I also found myself in the middle of being impressed with basic programming but I didn't learn about it in deep.
During this year also, the first time in my life, I worked on a computer using harddisk. That was on PC AT 286.

Friday, June 17, 2005

Terjemahan OpenOffice

Baru bergabung dengan proyek penerjemahan OpenOffice.org. Terima kasih buat Willy Sudiarto yang telah mengijinkan bergabung di proyek ini. Lumayan, sekedar kontribusi kecil buat open source.
Dari semalam saya sudah menerjemahkan dua dokumen kecil tapi sayang belum bisa dikirim karena koneksi internetnya loyo. Maklumlah cuma bisa pakai GPRS dari rumah. Mudah-mudahan nanti bisa dikirim secepatnya.

Thursday, June 16, 2005

Cina Batasi "Kebebasan Blog"

Kebijakan pemerintah Cina membatasi tulisan-tulisan di blog yang mengandung kata-kata terlarang seperti "demokrasi", "demonstrasi", "kebebasan" dan lain-lain. Kalaulah kata-kata tersebut diberlakukan di sini, tentu tulisan ini akan diblokir.

Mudah-mudahan ini tidak terjadi di Indonesia. Kebebasan berbicara dan menulis merupakan hak asasi manusia. Selama tidak menghina pemerintah atau orang lain, saya rasa orang bebas saja untuk menulis. Setiap orang bebas untuk mengemukakan pendapatnya, komentarnya, dan pengalamannya. Kalau kebebasan ini sudah dibelenggu maka yang akan terjadi adalah keterkungkungan.

Monday, June 13, 2005

RindukanMu

Tak kuasa kumenahan rindu ini
Untuk selalu kembali berjalan bersamaMu
Nikmati keindahan kala sunyi
Hanya dengan memujiMu

Meski banyak yang rindukanMu
Meski kasihMu terbagi pada yang lain
Ku tak akan cemburu
Ku tak akan patah hati

Walau tak jumpa denganMu
Seakan Kau ada di dekatku selalu
Temani aku resapi keindahan
Yang tak bisa kuungkapkan

Ego diri, Persembunyian, atau Eksklusifitas

Para praktisi, akademisi, atau sekedar pengguna teknologi informasi biasa kerap kali menggunakan istilah-istilah teknis berbahasa Inggris yang kerap kali membingungkan orang 'awam'. Tak jarang, orang yang tidak mengerti istilah-istilah ini disebut sebagai gaptek, ketinggalan jaman, atau mengalami kesenjangan digital (digital divide). Dalam kesempatan bicara di muka umum, seminar misalnya, bahasa campuran Inggris-Indonesia pun sering digunakan. Semakin bingunglah orang awam. Ditambah lagi dengan pelafalan kata-kata Inggris yang 'kurang pas'.

Nampaknya kurang afdol jika tidak menggunakan istilah-istilah tersebut dan mau tidak mau memang mesti digunakan. Seakan tidak ada cara lain yang bisa ditempuh untuk mendidik masyarakat umum tentang teknologi informasi. Saya pernah membaca pengalaman seorang teman yang berbicara pada sebuah seminar TI yang hadirinnya adalah para siswa SMU. Para hadirin nampak tanpa ekspresi mendengarkan apa yang beliau sampaikan. Tak heran kalau hal itu terjadi. Memang harus kita akui bahwa komunitas TI seolah kamu eksklusif dengan segala jargon-nya.

Sunday, June 12, 2005

Cinta tak berakhir

NamaMu selalu kusebut dalam hatiku
Tak bisa kubayangkan wujudMu
Karena memang Kau tak terbayangkan
Dan tak bisa dibayangkan

Ku tahu Kaulah yang selalu ada
Saat kumemandang sesuatu
Saat kumendengar sesuatu
Saat kumengagumi sesuatu

Sunyi terasa di sekelilingku
Jika kuhadirkan diriMu
Dalam sanubariku
Terhanyut aku.. tersungkur aku..

Tak ada yang pantas
Menggantikan diriMu dalam hatiku
Tak ada yang layak
Menjadi kekagumanku selain diriMu

Kan kucintai Kau
Tanpa ada batas waktu
Dan ku yakin
Hanya cinta pada diriMu lah
Yang mampu membuatku
Jalani hidup ini

Engkau di Mana

Saat si kecil suhu tubuhnya meninggi
Terkulai lemah tak banyak reaksi
Hanya tangis ungkapan derita
Hanya itu yang dia bisa

Kala perut lapar tanpa isi
Tak bisa memenuhi kebutuhan gizi
Mereka minta pada siapa
Mereka berusaha namun tak kuasa

Ketika tikus mati
Kaku terkapar di lumbung padi
Tak banyak yang memandang
Hingga jumlahnya tak terbilang

Saat itu kau di mana?
Tidakkah kau tau semua?
Coba sejenak rasakan
Sungguh itu menyakitkan

Indonesia Teriris

Andai saja Indonesia punya hati maka pastilah terasa teriris saat ini. Akhir tahun lalu tsunami meluluhlantakkan Aceh dan sekitarnya, setelah itu gempa mengguncang kawasan Nias, belum lagi pedih itu hilang, bocah-bocah kecil penerus bangsa ini terkena folio dan lumpuh layu, dan kini busung lapar pun menewaskan belasan bocah kecil tak berdaya.

Tidak hanya itu yang mengiris perasaannya. Begitu banyak masalah terungkap dan terangkat dalam kehidupan masyarakat. Beban ini beban kita semua. Kita semua yang melakukan perbuatan yang tidak semestinya. Kita semua yang membiarkan itu terjadi. Kita semua yang kurang cermat dan bijak dalam menjalani hidup. Memang mungkin tidak semua kita terlibat menjadi "pelaku" tapi kita membiarkan semua itu terjadi.

Sunday, June 05, 2005

Sweeping Membawa Berkah

Pasca sweeping yang dilakukan aparat terhadap warnet di beberapa daerah di Indonesia, blog di linux.or.id ramai dengan pembicaraan seputar migrasi ke Linux. Blog? Ya, di blog, meskipun sudah ada milis Linux tapi tidak ada salahnya menggunakan blog. Saya jadi teringat ketika UU Haki akan dan mulai diberlakukan, milis-milis Linux pun ramai membicarakan isu migrasi ini.

Cukup banyak warnet yang mulai memikirkan dan bahkan telah melakukan migrasi ke Linux atas pertimbangan biaya tentunya. Meskipun pemerintah tengah memikirkan solusi pemutihan penggunaan perangkat lunak di warnet dengan cara subsidi kepada warnet namun tetap saja harus mengeluarkan sejumlah uang untuk dapat sepenuhnya memenuhi persyaratan.

Friday, June 03, 2005

Diskriminasi Linux???

Rabu kemarin saya mampir ke Mal Mangga Dua. Niatnya mencari wadah eksternal (external case) untuk cakram keras (harddisk) 3.5" sebagai teman notebook saya jika butuh tempat penyimpanan ekstra. Maklumlah, jika harus membeli cakram keras eksternal harganya cukup mahal. Di satu toko akhirnya saya temukan model yang menarik sesuai selera saya, mereknya Smart-drive. Penampilannya manis dan terbuat dari aluminium. Di kotak kemasan ditulis keterangan yang menerangkan bahwa perangkat ini cocok digunakan untuk sistem operasi Mac OS, Win 98SE, Win XP, Win ME, dan Win 2000. Linux???

Sunday, May 29, 2005

A Cup of Java

Secangkir kopi merupakan hidangan ringan yang sangat umum di beberapa belahan dunia, baik dalam jamuan resmi atau sekedar duduk santai di bale-bale bambu. Bagi sebagian orang, secangkir kopi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari acara ngobrol.

Mungkin anda sudah tahu kalau di luar negeri secangkir copy kerap disebut a cup of java. Saya tidak tahu persis apakah mereka menyebutnya demikian karena kopinya sebagian berasal dari Jawa. Tapi yang terang memang ada kaitannya dengan kopi dari Jawa.

Kalau kita mencari di internet frase "a cup of java" maka mesin pencari mengaitkannya dengan bahasa pemrograman Java. Bahasa ini pun dinamakan demikian setelah tim pengembangnya pada suatu ketika membicarakan tentang penggantian nama bahasa tersebut di kedai kopi (coffee shop). Nama bahasa pemrograman itupun akhirnya diubah dari yang semula bernama Oak. Bagi sebagian orang ini terdengar aneh. Yah, kadang-kadang memang orang memilih nama dengan cara yang aneh. Saya pun bertanya-tanya dalam hati tentang asal usul nama bahasa C. Ternyata bahasa itu kelanjutan dari bahasa B.

Secangkir kopi tak jarang menjadi teman mencari inspirasi atau bahkan sumber inspirasi itu sendiri.