Sunday, April 24, 2016

Antara aku, kau, dan rembulan

Bulan naik seperempat
Kemilaunya emas menyala
Berjalanku bersamamu dalam hening
Berjarak satu hembusan napas
Detak jantung kita seirama
Mainkan melodi romansa
Kucoba tembus khayalmu
Kureka anganmu
Meski tanpa ujaran terucap
Aura kebersamaan menyatu
Beriringan kita membelah malam
Mengiris angin yang menghadang
Rembulan itu seolah betah menemani
Mengiringi jalan pikiran kita
Menghias segala rasa yang ada
Sejenak senyummu membelai tatapku
Membuai bahagiaku
Perlahan bayangmu menjauh
Kembali ke peraduanmu
Senyum itu tertinggal membekas
Jelas...tersimpan dalam tatap dan pikirku
Kuingin melihatnya lagi esok pagi


*15 Oktober 2011

5 comments:

Anonymous said...

The keren sob ni

Unknown said...

http://rumahquranalfath.org/

Sid said...

keren bahasanya puitis gitu kak :)

Kelvin Cipta said...

Bahasanya susah banget

Kelvincpt.blogspot.co.id hehe

m.arrazaq said...

Sy lama menger, tp kata puitisnya keren