Friday, April 05, 2013

Aku Yang Berpaling

Dua setengah tahun, begitu banyak yang sudah kulewati bersamamu. Dari tinggi dan dinginnya gunung sampai ke sungai. Dalam teriknya mentari sampai dinginnya hujan. Melewati indahnya makan malam termanis dalam hidupku sampai suasana terjalnya alam bebas yang mengesankan. Kau temani aku dalam keseharian dari pagi hingga malam bahkan sampai pagi lagi. Begitu setianya kau temani aku dalam berbagai suasana dan keadaan.

Saat aku begitu antusias menjalani pekerjaan, kau dukung aku dengan berbagai kemudahan. Saat aku kehilangan ide, kau beri aku pencerahan. Saat aku sedih dan sepi, kau jadi teman curhatku. Bahkan saat aku terbaring tanpa daya di rumah sakit dan susah tidur, kau temani malam-malam yang menyedihkan itu.

Kau buat aku tampak cerdas saat aku tak bisa berpikir. Ketika aku kehilangan arah, kau tunjukkan arah yang akan kutuju. Saat-saat kuingin merasa terhibur, kau nyanyikan lagu-lagu kesukaanku. Kau ingatkan aku saat kuterlupa, kau bantu aku mencari makna kata-kata yang tak kumengerti, bahkan kau abadikan saat-saat manis dalam hidupku dengan karyamu. Kau buat hari-hariku menjadi lebih lengkap dengan berbagai cara. Begitu berharganya dirimu.

Bukan hanya dirimu yang begitu. Aku pun senantiasa bercengkrama denganmu setiap waktu. Seakan tak ada bosannya kupandangi dirimu. Seakan tak ada habisnya 'kudandani' dirimu agar selalu nampak cantik mempesonaku.

Namun kini seiring waktu berlalu, dirimu mulai berubah. Begitu cepat kau mengeluh kehabisan energi, lowbatt, katamu. Kau yang dulu tak mudah menyerah, kini seringkali terpaku bisu tanpa gerak. Nampaknya kau telah lelah mengikuti irama dinamisku. Dulu kau begitu cepat bereaksi saat kusentuh, kini tak lagi begitu.

Maafkan aku jika aku harus berterus terang. Sebulan lalu aku bertemu si putih langsing yang cukup mempesonaku. Memang tak seseksi dan semulus tubuh hitam manismu. Memang punggungnya tak bertato elegan seperti di punggungmu. Memang tak bercitra sepertimu tapi membuatku memilihnya. Terpaksa aku membiarkanmu jatuh ke genggaman laki-laki lain meski aku tahu dia takkan memperlakukanmu sebaik yang kulakukan padamu.

Kata kesetiaan memang tak pantas bagi seorang pencinta gadget karena ia akan mudah berpaling ke lain gadget. Selamat berpisah my SG5. Kini my Optimus telah menggantikan posisimu dalam dekapanku.


2 comments:

wawang wiratama said...

Nice, pengalaman pribadi ya ?

visit us http://rumahabe.blogspot.com

Yuliono Gundul said...

nice artikel gan, salam kenal...